informasi cari disini

Showing posts with label Kelas 5. Show all posts
Showing posts with label Kelas 5. Show all posts

Tuesday, 25 August 2020

Hukum Tertib Semesta

 

Pembelajaran 3.1 Hukum Tertib Semesta

Tugas Belajar di Rumah

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti

Kelas 5 Semester Ganjil 2020/2021

😎 Mengamati

 

        Lima Hukum Tertib Semesta Dalam kitab Niyama-dipani tertulis, “Ia yang menjadi sempurna oleh hukum kosmis, Ia yang mengajarkan hukum tersebut, Ia Sang Pelindung, dengan penghormatan demikian saya akan menguraikan hukum tersebut.” Hukum kosmis adalah hukum yang mengatur alam semesta beserta isinya. Terdapat lima hukum tertib alam semesta sehingga dalam agama Buddha disebut Panca Niyama. Kelima hukum alam tersebut memiliki fungsinya masing-masing. 

1. Utu Niyama, adalah hukum alam yang mengatur pergantian musim, cuaca, suhu, angin, hujan, panas, lapuknya bebatuan, gaya gravitasi bumi, berputarnya bumi dan planet-planet, dan sebagainya. Dalam ilmu pengetahuan modern, hukum ini dipelajari dalam ilmu kimia dan fisika. Jadi fenomena alam seperti hujan, panas, gempa bumi, gunung meletus, pergeseran lempeng bumi, terbentuknya gunung, dan sebagainya adalah contoh bekerjanya hukum Utu Niyama. 

2. Bija Niyama, adalah hukum alam yang mengatur tentang pertumbuhan, perkembangbiakan baik tumbuh-tumbuhan, maupun makluk hidup lainnya termasuk manusia dan binatang. Proses biji yang tumbuh menjadi tumbuhtumbuhan, pembentukan janin, serta pertumbuhan sel adalah contoh bekerjanya hukum ini. Jika kita menanam biji pepaya, akan tumbuh pohon pepaya dan menghasilkan buah pepaya. Proses buah pepaya dari bunga, menjadi buah hijau, kemudian menjadi buah yang matang dan manis adalah contoh bekerjanya hukum ini. Dalam ilmu pengetahuan modern hukum ini dipelajari sebagai ilmu Botani dan Biologi. 

3. Karma Niyama, adalah hukum alam yang mengatur tentang perbuatan dan akibat suatu perbuatan. Perbuatan dan akibatnya menentukan ‘nasib’ manusia. Perbuatan baik maupun buruk dapat dilakukan melalui pikiran, ucapan, dan anggota tubuh lainnya. Perbuatan baik menyebabkan nasib baik, sedangkan perbuatan buruk menyebabkan nasib buruk. Hukum ini juga mengatur tentang tanggung jawab etika. Oleh karena itu ada kata-kata yang menyatakan, “Jika tidak mau dijauhi teman, maka jangan berbuat nakal”. “Jika ingin disayang teman, maka harus menyayangi teman”. “Jika ingin pintar, maka harus belajar”. 

4. Citta Niyama, yaitu hukum yang mengatur tentang cara bekerjanya pikiran dan kesadaran makhluk hidup. Keunikan dan keistimewaan pikiran, seperti kemampuan membaca pikiran orang lain, mengingat kehidupan yang lampau, melihat keadaan yang akan datang, berbicara dengan orang atau makhluk lain melalui pikiran, dan sebagainya adalah contoh-contoh cara kerja hukum ini. Hukum ini dalam ilmu pengetahuan modern dipelajari dalam ilmu psikologi. 

5. Dhamma Niyama, adalah hukum yang mengatur kejadian alam khusus dan istimewa. Banyak kejadian-kejadian istimewa di dunia ini, seperti saat kelahiran Pangeran Siddharta, saat petapa Siddharta menjadi Buddha, dan saat Buddha wafat. Saat kelahiran Pangeran Siddharta, terjadi peristiwa yang istimewa seperti tumbuh bunga teratai pada tanah yang diinjak oleh pangeran Siddharta, serta keanehan bayi Siddharta yang langsung dapat berbicara beberapa saat setelah lahir dan melangkah tujuh langkah. Demikian juga peristiwa-peristiwa lain berkenaan dengan kehidupan Buddha. Ilmu pengetahuan modern umumnya belum bisa mengungkap peristiwaperistiwa aneh seperti itu. Ajaran Buddha yang merupakan kerja hukum ini adalah ajaran tentang kebenaran mutlak seperti Anicca, Dukkha, Anatta, dan Nibbana. 

    Sekarang kita tahu bahwa semua peristiwa di alam semesta ini tidak terjadi kebetulan, tetapi ada yang mengatur. Adapun yang mengatur bukan sosok makhluk yang maha kuasa, bukan juga diatur oleh Buddha, maupun para dewa. Semua peristiwa di alam semesta ini berproses karena adanya lima hukum alam semesta ini yang disebut Panca Niyama. Hukum-hukum ini tidak ada yang menciptakan, karena itu hukum-hukum ini tidak akan musnah, ia akan selalu ada sepanjang masa. 

    Dari kelima hukum tersebut di atas, ada satu hukum, Citta Niyama, yang sangat penting bagi kita. Penting karena dengan mengetahui hukum kerja pikiran, kita dapat mengembangkan pikiran kita menjadi cerdas dan bijaksana. Bagaimana caranya? Buddha mengajarkan dalam Digha Nikaya III. 219, bahwa seseorang dapat menjadi cerdas dan bijaksana melalui tiga cara berikut. 

1. Cerdas dan bijak karena mau membaca, berpikir, dan merenungkan tentang sebab akibat. Kecerdasan demikian disebut Cintamaya Panna. 

2. Cerdas dan bijak karena bersedia mendengar penjelasan seorang guru. Kecerdasan demikian disebut Sutamaya Panna. 

3. Cerdas dan bijak karena rajin melaksanakan meditasi dalam kehidupan sehari-hari. Kecerdasan demikian disebut Bhavanamaya Panna. 

    Menjadi orang cerdas memang baik, tetapi harus dilengkapi dengan sikap dan perilaku yang benar. Banyak orang cerdas tetapi sikap dan perilakunya tidak benar menyebabkan hidupnya susah. Oleh karena itu, mampu menjadi orang yang cerdas, santun, dan berperilaku benar sangat penting agar kehidupan kita lebih baik. Sikap dan perilaku seperti itu disebut sebagai orang yang cerdas dan bijaksana. 

😎 Menanya
     Setelah amati video yang sudah dijelaskan dan baca materi tentang Hukum Tertib Semesta dengan cermat kemudian ungkapkan pendapat serta pertanyaanmu hubungan kedua cerita diatas! 
Pendapatku:    
1. ......................................
2. ......................................
3. ......................................
(silahkan tambah pendapatmu)
 
Pertanyaanku:    
1. ...................................... ?
2. ...................................... ?
3. ...................................... ?  
(silahkan tambah pertanyaanmu)
 
😎 Mengumpulkan Data
Berdasarkan hasil bacaan dan pengamatanmu terhadap gambar dan teks bacaan diatas, diskusikan bersama orang tuamu untuk:
  1. Mencatat informasi penting apa saja yang kamu dapatkan dalam gambar/video dan bacaan di atas.
  2. Buatlah pertanyaan mencari tahu hal-hal yang masih belum jelas, atau hal-hal yang belum kamu pahami atas gambar dan teks bacaan di atas.
  3. Carilah informasi dari buku dan sumber lainnya untuk menjawab pertanyaan yang sudah kamu buat.
  4. Satukan pendapat dan jawaban kamu menjadi sebuah kesimpulan.
  5. Sampaikan hasil diskusi di depan kelas pada pelajaran saat masuk kelak.
😎 Mengolah Data
    Ayo kelompokkan semua jawaban dan informasi yang kamu dapat. Hati-hati apakah jawaban yang kamu peroleh sudah sesuai dengan tujuan pertanyaanmu atau belum. Terakhir buatlah kesimpulannya dengan kalimat yang jelas.
😎 Menalar
     Ayo, kelompokkan semua jawaban dan informasi yang kamu dapat. Hati-hati apakah jawaban yang kamu peroleh sudah sesuai dengan tujuan pertanyaanmu atau belum. Terakhir buatlah kesimpulannya di bawah ini dengan kalimat yang jelas.

😎 Mengkomunikasikan
 Ayo, ceritakan Hukum Tertib Semesta yang pernah terjadi di lingkungan sekitarmu!
Sampaikan pendapatmu:
1. Apa yang menarik perhatianmu?
2. Apa yang kamu lihat?
3. Apa yang bisa kamu lakukan?
4. Keteladanan apa yang perlu ditiru?
5. Apa pesan moral yang kamu dapat?
😎 Penutup

  ⏩⏩⏩⏩  TUGAS  ⏪⏪⏪⏪ silahkan mengerjakan tugas

    Demikian materi pembelajaran hari ini ingat belajarlah di rumah dengan tekun, jangan keluar rumah jika tidak mendesak dan sangat penting, hindari kontak dengan orang asing, jaga kebersihan, dan jangan lupa cuci tangan dengan bersih sebelum makan, jaga kebersihan, sehingga selamat dari virus corona atau covid19.
Selamat beristirahat, jangan lupa belajar


Tugas Penilaian Harian Klik

🔼DISINI


JANGAN LUPA TULIS NAMA DI KOMENTAR UNTUK DAFTAR HADIR DALAM PELAJARAN INI DAN KLIK JUGA DAFTAR HADIR DI GOOGLE FORM

Daftar Hadir Siswa Klik
🔼DISINI

 

 

Tuesday, 18 August 2020

GODAAN MARA

 

Pembelajaran 2.3 Godaan Mara

Tugas Belajar di Rumah

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti

Kelas 5 Semester Ganjil 2020/2021

 

😎 Mengamati

 

    Mara Terus Menggoda Petapa Siddharta Masih ingatkah kalian, kapan Mara pertama kali menghalangi Pangeran Siddharta dalam upayanya mencapai kebuddhaan? Ya, saat Pangeran hendak meninggalkan istana Mara muncul menggodanya untuk tidak pergi. Sejak saat itu, Màra mengikuti selama enam tahun mencari kesempatan untuk menyingkirkan Pangeran Siddharta. Mara menungggu pikiran pangeran Siddharta lengah. Mara Berkata, “Jika dalam pikiranMu muncul kebencian, keserakahan dan kebodohan, saat itu aku akan membunuh-Mu.” Namun sampai saat ini, selama enam tahun, Màra tidak berhasil menemukan pikiranpikiran seperti ini dalam diri Petapa Siddharta. 
    Setelah enam tahun berlalu, Màra berpikir, “Petapa Siddharta memiliki semangat yang sangat tinggi. Penyiksaan diri (Dukkaracariya) yang Beliau praktikkan juga sangat keras. Setiap saat Beliau dapat menjadi Buddha. Bagaimana jika aku mendekati-Nya dan memberikan nasihat, supaya Beliau berhenti latihan.” Kemudian Màra mendekati dan menasihati-Nya. Màra berkata: 
    “O Sahabatku Pangeran Siddharta, seluruh tubuh-Mu begitu kurus karena kehilangan daging dan darah. Kecantikan dan warna kulitnya telah memudar. Kematian-Mu telah mendekat; kesempatan untuk tetap hidup sangatlah kecil, hanya satu dibandingkan seribu. O Pangeran Siddharta, mohon Engkau menjaga diri-Mu sehingga Engkau dapat berumur panjang. Umur yang panjang adalah hal yang paling berharga. Jika Engkau berumur panjang. Engkau dapat banyak melakukan kebajikan. Engkau dapat mengembangkan kebajikan dengan menjalani sila atau melakukan upacara-upacara pengorbanan. Apalah gunanya menjalani hidup seperti ini di dalam hutan dan mempraktikkan penyiksaan diri dengan begitu menderita dan begitu lemah tanpa mengetahui apakah Engkau dapat bertahan hidup atau mati.

 

    Petapa Siddharta mengusir Mara yang bermaksud jahat dengan berkata,“Wahai Màra, Engkau yang mengikat para makhluk dewa, brahmà dan manusia agar mereka  tidak dapat terbebaskan dari derita (samsàra)! Engkau datang demi keuntunganmu pribadi dan dengan maksud-maksud tersembunyi bertujuan untuk mengganggu dan mencelakakan makhluk-makhluk lain.”
    Petapa Siddharta menjawab rayuan Mara tentang umur panjang dengan berkata“Aku tidak berkeinginan sedikit pun untuk melakukan kebajikan-kebajikan yang mengarah kepada lingkaran penderitaan”. 
    Meskipun Petapa Siddharta diancam dengan kematian dengan berkata,“O Pangeran Siddharta, kematian-Mu sudah mendekat, kesempatan-Mu untuk tetap hidup sangatlah kecil, hanya seperseribu”. Beliau melawan Mara, dengan berkata,”Wahai Mara, Aku memiliki lima kualitas, yaitu Keyakinan (Saddha), Semangat (Viriya), Kebijaksanaan (Panna), Perhatian (Sati), dan Konsentrasi (Samadhi). Kelima kualitas inilah yang akan mengantarku mencapai Nibbana. 
    Selanjutnya Petapa Siddharta dengan lantang menguraikan 10 bala tentara Māra yang mampu menjerat manusia biasa tetapi tidak bagi mereka yang memiliki 5 kualitas yang besar. Sepuluh jerat Mara yaitu: (1) Nafsu-nafsu indria (kāma),( 2) kebencian (arati) dan ketidakpuasan (ukkanthita), (3) selalu merasa dahaga dan lapar (khuppipāsa), (4) kelelahan (tandi), (5) malas dan lembam (thina-middha), (6) rasa takut (bhiru), (7) keraguan (vicikicchā), (8) sombong dan angkuh (makkha-thamba),(9) kemelekatan dan keangkuhan (tanha-mana), serta (10) mencela dan merendahkan orang lain (att’uukkamsa-paravambhana). 
    “Wahai Màra, Aku ingin engkau mengenal-Ku sebagai berikut: ‘Pangeran Siddharta ini, sebagai manusia mulia, pahlawan sejati, setelah tiba di medan pertempuran, tidak akan mundur selangkahpun; Oleh karena itu, kenalilah Aku sebagai seseorang yang meyakini: ‘Lebih baik mati di medan pertempuran daripada menyerah di depan bala tentaramu.’ Mendengar kata-kata berani yang diucapkan oleh Petapa Siddharta, Màra pergi dari tempat itu tanpa bisa memberikan jawaban apa-apa. 
😎 Menanya
     Setelah amati video yang sudah dijelaskan dan baca cerita tentang godaan mara dengan cermat kemudian ungkapkan pendapat serta pertanyaanmu hubungan kedua cerita diatas! 
Pendapatku:    
1. ......................................
2. ......................................
3. ......................................
(silahkan tambah pendapatmu)
 
Pertanyaanku:    
1. ...................................... ?
2. ...................................... ?
3. ...................................... ?  
(silahkan tambah pertanyaanmu)
 
😎 Mengumpulkan Data
Berdasarkan hasil bacaan dan pengamatanmu terhadap gambar dan teks bacaan diatas, diskusikan bersama orang tuamu untuk:
  1. Mencatat informasi penting apa saja yang kamu dapatkan dalam gambar/video dan bacaan di atas.
  2. Buatlah pertanyaan mencari tahu hal-hal yang masih belum jelas, atau hal-hal yang belum kamu pahami atas gambar dan teks bacaan di atas.
  3. Carilah informasi dari buku dan sumber lainnya untuk menjawab pertanyaan yang sudah kamu buat.
  4. Satukan pendapat dan jawaban kamu menjadi sebuah kesimpulan.
  5. Sampaikan hasil diskusi di depan kelas pada pelajaran saat masuk kelak.
😎 Mengolah Data
    Ayo kelompokkan semua jawaban dan informasi yang kamu dapat. Hati-hati apakah jawaban yang kamu peroleh sudah sesuai dengan tujuan pertanyaanmu atau belum. Terakhir buatlah kesimpulannya dengan kalimat yang jelas.
😎 Menalar
     Ayo, kelompokkan semua jawaban dan informasi yang kamu dapat. Hati-hati apakah jawaban yang kamu peroleh sudah sesuai dengan tujuan pertanyaanmu atau belum. Terakhir buatlah kesimpulannya di bawah ini dengan kalimat yang jelas.

😎 Mengkomunikasikan
 Ayo, ceritakan godaan mara yang pernah terjadi di lingkungan sekitarmu!
Sampaikan pendapatmu:
1. Apa yang menarik perhatianmu?
2. Apa yang kamu lihat?
3. Apa yang bisa kamu lakukan?4. Keteladanan apa yang perlu ditiru?
5. Apa pesan moral yang kamu dapat?
😎 Penutup

  ⏩⏩⏩⏩  TUGAS  ⏪⏪⏪⏪ silahkan mengerjakan tugas

    Demikian materi pembelajaran hari ini ingat belajarlah di rumah dengan tekun, jangan keluar rumah jika tidak mendesak dan sangat penting, hindari kontak dengan orang asing, jaga kebersihan, dan jangan lupa cuci tangan dengan bersih sebelum makan, jaga kebersihan, sehingga selamat dari virus corona atau covid19.
Selamat beristirahat, jangan lupa belajar


Tugas Penilaian Harian Klik

🔼DISINI


JANGAN LUPA TULIS NAMA DI KOMENTAR UNTUK DAFTAR HADIR DALAM PELAJARAN INI DAN KLIK JUGA DAFTAR HADIR DI GOOGLE FORM

Daftar Hadir Siswa Klik
🔼DISINI

 

Tuesday, 11 August 2020

Perumpamaan kayu dan gitar

 

Pembelajaran Perumpamaan Kayu dan Gitar

Tugas Belajar di Rumah

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti

Kelas 5 Semester Ganjil 2020/2021

 Perumpamaan Gitar dan Kayu

 

    Pada suatu hari serombongan penyanyi lewat dekat gubuk Petapa Siddharta sambil berjalan mereka bergurau dan bergembira, dan seorang diantara mereka menyanyi dengan syair sebagai berikut: 


“Kalau tali gitar ditarik terlalu keras, talinya putus, lagunya hilang. Kalau ditarik terlalu kendor ia tak dapat mengeluarkan suara. Suaranya tidak boleh terlalu rendah atau keras. Orang yang memainkannya harus pandai menimbang dan mengiranya.” 

    Mendengar nyanyian itu Petapa Siddharta mengangkat kepalanya dan memandang dengan heran kepada rombongan penyanyi tersebut. Dalam hatinya ia berkata: 

“Sungguh aneh keadaan di dunia ini bahwa seorang calon Buddha (Bodhisattva) mesti menerima pelajaran dari rombongan penyanyi. Karena bodoh aku telah menarik demikian keras tali penghidupan, sehingga hampir-hampir saja putus. Memang seharusnya aku tidak boleh menarik tali itu terlalu keras atau terlalu kendor.” 

    Mendengar syair lagu dari serombongan penyanyi tersebut, Petapa Siddharta kemudian menyadari bahwa cara ini tidak membawanya ke Penerangan Agung. Secara tiba-tiba timbul dalam batinnya tiga buah perumpamaan yang sebelumnya tak pernah terpikir. Selanjutnya beliau berpikir: 

 

Pertama: 

    “Kalau sekiranya sepotong kayu diletakkan di dalam air dan seorang membawa sepotong kayu lain (yang biasa digunakan untuk membuat api dengan menggosokgosoknya) dan ia pikir: “Aku ingin membuat api, aku ingin mendapatkan hawa panas.” Maka orang ini tidak mungkin dapat membuat api dari kayu yang basah dan ia hanya akan memperoleh keletihan dan kesedihan. Begitu pula para petapa dan brahmana yang masih terikat kepada kesenangan nafsu-nafsu indera dan batinnya masih ingin menikmatinya pasti tak akan berhasil.”

Kedua:

    “Kalau sekiranya sepotong kayu basah diletakkan di tanah yang kering dan seorang membawa sepotong kayu lain (yang biasa digunakan untuk membuat api dengan menggosok-gosoknya) dan ia pikir: “Aku ingin membuat api, aku ingin mendapatkan hawa panas.” Maka orang ini tidak mungkin dapat membuat api dari kayu yang basah itu dan ia hanya akan memperoleh keletihan dan kesedihan. Begitu pula para petapa dan brahmana yang masih terikat kepada kesenangan nafsu-nafsu indera dan batinnya masih ingin menikmatinya pasti juga tak akan berhasil.”  

Ketiga: 

    “Kalau sekiranya sepotong kayu kering diletakkan di tanah yang kering dan seorang membawa sepotong kayu lain (yang biasa digunakan untuk membuat api dengan menggosok-gosoknya) dan ia pikir: “Aku ingin membuat api, aku ingin mendapatkan hawa panas.” Maka orang ini pasti dapat membuat api dari kayu yang kering itu. Begitu pula para petapa dan brahmana yang tidak terikat kepada kesenangan nafsu-nafsu indera dan batinya juga tidak terikat lagi, maka petapa dan brahmana itu berada dalam keadaan yang baik sekali untuk memperoleh Penerangan Agung.” 

    Setelah merenungkan tiga perumpamaan tersebut, Petapa Siddharta mengambil keputusan untuk mengakhiri puasa. Sehabis mandi di sungai dan ingin kembali ke gubuknya Petapa Siddharta terjatuh pingsan di pinggir sungai. Waktu siuman ia sudah tidak bisa lagi berdiri. Untung pada waktu itu lewat seorang penggembala kambing bernama Nanda yang melihatnya sedang tergeletak kehabisan tenaga di tepi sungai. Dengan cepat ia memberikan susu kambing sehingga dengan perlahan-lahan tenaga Petapa Siddharta pulih kembali dan ia dapat melanjutkan perjalanannya ke gubuk tempat ia bertapa. Sejak hari itu Petapa Siddharta diberi makan air tajin untuk mengembalikan kekuatan dan kesehatannya, selanjutnya dalam waktu yang tidak lama Petapa Siddharta sudah dapat makan makanan yang lain sehingga kesehatannya pulih kembali.

Pesan Cerita 

    Siapa pun dapat belajar dari alam sekitarnya. Seperti halnya Petapa Siddharta, Beliau belajar dari apa yang dilihat, didengar, dan dirasakanNya. Melalui syair lagu yang didengarnya beliau tersadarkan dari praktik menyiksa diri yang tidak membawa kemajuan batin. Hal demikian memberi pesan kepada kita bahwa, jadilah orang yang peka, tanggap terhadap tanda-tanda yang dilihat, didengar atau pun dirasakannya. Pesan utama dalam kisah di atas adalah agar dalam melakukan sesuatu janganlah terlalu berlebihan. Makan terlalu kenyang tidak baik, terlalu lapar juga berbahaya. Nonton TV terlalu lama tidak baik. Terlalu banyak bermain tidak baik, karena akan ketinggalan pelajaran. Terlalu banyak bekerja tidak baik, perlu waktu untuk istirahat. Tetapi, tidur terlalu lama juga tidak baik, karena dapat menimbulkan kemalasan. Demikianlah, segala sesuatu harus dilakukan secara bijak. 

 

😎 Menanya
     Setelah amati video yang sudah dijelaskan dan baca cerita tentang perumpaan kayu dan gitar dengan cermat kemudian ungkapkan pendapat serta pertanyaanmu hubungan kedua cerita diatas! 
Pendapatku:    
1. ......................................
2. ......................................
3. ......................................
(silahkan tambah pendapatmu)
 
Pertanyaanku:    
1. ...................................... ?
2. ...................................... ?
3. ...................................... ?  
(silahkan tambah pertanyaanmu)
😎 Mengumpulkan Data
Berdasarkan hasil bacaan dan pengamatanmu terhadap gambar dan teks bacaan diatas, diskusikan bersama orang tuamu untuk:
  1. Mencatat informasi penting apa saja yang kamu dapatkan dalam gambar/video dan bacaan di atas.
  2. Buatlah pertanyaan mencari tahu hal-hal yang masih belum jelas, atau hal-hal yang belum kamu pahami atas gambar dan teks bacaan di atas.
  3. Carilah informasi dari buku dan sumber lainnya untuk menjawab pertanyaan yang sudah kamu buat.
  4. Satukan pendapat dan jawaban kamu menjadi sebuah kesimpulan.
  5. Sampaikan hasil diskusi di depan kelas pada pelajaran saat masuk kelak.
😎 Mengolah Data
    Ayo kelompokkan semua jawaban dan informasi yang kamu dapat. Hati-hati apakah jawaban yang kamu peroleh sudah sesuai dengan tujuan pertanyaanmu atau belum. Terakhir buatlah kesimpulannya dengan kalimat yang jelas.
😎 Menalar
     Ayo, kelompokkan semua jawaban dan informasi yang kamu dapat. Hati-hati apakah jawaban yang kamu peroleh sudah sesuai dengan tujuan pertanyaanmu atau belum. Terakhir buatlah kesimpulannya di bawah ini dengan kalimat yang jelas.

😎 Mengkomunikasikan
 Ayo, ceritakan perumpaan kayu dan gitar yang pernah terjadi di lingkungan sekitarmu!
Sampaikan pendapatmu:
1. Apa yang menarik perhatianmu?
2. Apa yang kamu lihat?
3. Apa yang bisa kamu lakukan?4. Keteladanan apa yang perlu ditiru?
5. Apa pesan moral yang kamu dapat?
😎 Penutup

  ⏩⏩⏩⏩  TUGAS  ⏪⏪⏪⏪ silahkan mengerjakan tugas

Demikian materi pembelajaran hari ini ingat belajarlah di rumah dengan tekun, jangan keluar rumah jika tidak mendesak dan sangat penting, hindari kontak dengan orang asing, jaga kebersihan, dan jangan lupa cuci tangan dengan bersih sebelum makan, jaga kebersihan, sehingga selamat dari virus corona atau covid19.
Selamat beristirahat, jangan lupa belajar


Tugas Penilaian Harian Klik

🔼DISINI


JANGAN LUPA TULIS NAMA DI KOMENTAR UNTUK DAFTAR HADIR DALAM PELAJARAN INI DAN KLIK JUGA DAFTAR HADIR DI GOOGLE FORM

Daftar Hadir Siswa Klik
🔼DISINI

Tuesday, 4 August 2020

Bertapa Menyiksa diri di Uruvela

Pembelajaran 4 Bertapa Menyiksa diri di Uruvela

Tugas Belajar di Rumah

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti

Kelas 5 Semester Ganjil 2020/2021


Petapa Siddharta Bertapa dengan Lima Petapa

            Setelah meninggalkan Udaka, Petapa Siddharta pergi ke Negara Magadha dan akhirnya sampai di Kota Sena. Di dekat kota ini terdapat sebuah hutan bernama Uruvela. Di tempat inilah Petapa Siddharta bersama-sama dengan lima orang petapa, yaitu Kondanna, Bhaddiya, Vappa, Mahanama dan Assaji berlatih dalam berbagai cara usaha keras yang disebut penyiksaan diri (dukkaracariya). Usaha keras ini dijelaskan dalam empat tingkat yaitu (1)“Meskipun yang tersisa tinggal kulit,” (2) “Meskipun yang tersisa tinggal urat,” (3) “Meskipun yang tersisa tinggal tulang,” dan (4) “Meskipun daging dan darah-Ku menguap”.


Berikut ini adalah praktik penyiksaan diri (dukkaracariya) yang dilakukan Petapa Siddharta yang dianggapNya dapat membantu mencapai kebuddhaan:
a. Berhenti mengumpulkan dana makanan dan hidup hanya dari buah-buahan yang jatuh dari pohon di hutan Uruvela.
b. Bertahan hidup hanya dengan buah yang jatuh dari pohon tempat di mana Beliau tinggal.
c. Menjemur di bawah terik matahari pada siang hari dan pada waktu tengah malam
berendam di sungai dalam waktu yang lama.
d. Menggemeretakkan gigi dan mendecakkan lidah untuk menekan kesadaran-kesadaran
yang tidak baik dengan kesadaran yang baik.
e. Mengembangkan Appanāka-Jhāna, yaitu usaha terus menerus menahan napas yang
masuk dan keluar melalui mulut atau hidung sehingga udara tidak dapat masuk atau
keluar.

Demikianlah, karena setiap usahanya tidak membuahkan hasil, maka Beliau meningkatkan usahanya dengan latihan yang lebih tinggi lagi hingga menimbulkan sakit yang demikian hebat. Dengan sakit yang demikian hebat yang diderita tubuhnya ia berusaha agar batinnya jangan melekat, selalu waspada, tenang dan teguh serta ulet dalam usahanya. Setelah berusaha beberapa lama dan melihat bahwa usaha ini tidak membawanya ke Penerangan Agung Ia berhenti dan mencoba cara yang lain.


Mengalami panas yang luar biasa di seluruh tubuh-Nya, Beliau pingsan dan jatuh terduduk selagi berjalan. (Beliau tidak jatuh terjerembab seperti orang pada umumnya, karena Beliau memiliki perhatian yang sangat kuat, Beliau hanya jatuh terduduk). Ketika Beliau jatuh dalam posisi demikian, para dewa yang berada di dekatnya mengucapkan tiga pendapat: (1) Para dewa berkata, “Samaṇa Gotama telah mati.” (2) Beberapa dewa lain berkata, “Samaṇa Gotama belum mati. Beliau sekarat.” (3) Beberapa dewa lain berkata, “Samaṇa Gotama tidak mati ataupun sekarat; Samaṇa Gotama telah menjadi Arahat; dalam postur demikianlah biasanya seorang Arahat duduk.”


Setelah bangun dari pingsanNya, selanjutnya Beliau berpuasa dan tidak makan apa-apa sampai berhari-hari atau mengurangi makannya sedikit demi sedikit sampai hanya makan beberapa butir nasi satu hari. Tentu saja kesehatannya memburuk dan badannya kurus sekali. Kalau perutnya ditekan maka tulang punggungnya dapat dipegang dan kalau punggungnya ditekan maka perutnya dapat dipegang. Ia merupakan tengkorak hidup dengan tulang-tulang dilapisi kulit dan dagingnya sudah tidak ada lagi. Warna kulitnya berubah menjadi hitam dan rambutnya banyak yang rontok. Kalau berdiri tidak bisa diam karena kakinya gemetaran.


Demikianlah, Beliau melakukannya selama enam tahun. Namun semua usahanya belum membawa Beliau mendapatkan apa yang dicarinya.


Pesan Cerita
Perjuangan Petapa Siddharta meraih cita-cita untuk menjadi Buddha dilakukan dengan luar biasa. Kesungguhannya ditunjukkan dengan pertapaanNya yang sangat keras. Dimulai dari mengurangi makan, hingga tidak makan sama sekali. Menjemur diri di siang hari dan juga berendam di malam hari. Mengatur nafas, menahan nafas, hingga tidak bernafas dalam batas waktu yang lama, hingga menimbulkan sakit luar biasa. Ini mengandung makna bahwa perjuangan mencapai cita-cita, tanpa didasari pengetahuan yang benar hanya sia-sia belaka. Perjuangan meraih cita-cita, disamping harus dilakukan dengan sungguh-sungguh, juga harus didasari pengetahuan yang benar

😎 Menanya
     Setelah amati video yang sudah dijelaskan dan baca cerita tentang menyelamatkan  dengan cermat kemudian ungkapkan pendapat serta pertanyaanmu hubungan kedua cerita diatas! 
Pendapatku:    
1. ......................................
2. ......................................
3. ......................................
(silahkan tambah pendapatmu)
 
Pertanyaanku:    
1. ...................................... ?
2. ...................................... ?
3. ...................................... ?  
(silahkan tambah pertanyaanmu)
😎 Mengumpulkan Data
Berdasarkan hasil bacaan dan pengamatanmu terhadap gambar dan teks bacaan diatas, diskusikan bersama orang tuamu untuk:
  1. Mencatat informasi penting apa saja yang kamu dapatkan dalam gambar/video dan bacaan di atas.
  2. Buatlah pertanyaan mencari tahu hal-hal yang masih belum jelas, atau hal-hal yang belum kamu pahami atas gambar dan teks bacaan di atas.
  3. Carilah informasi dari buku dan sumber lainnya untuk menjawab pertanyaan yang sudah kamu buat.
  4. Satukan pendapat dan jawaban kamu menjadi sebuah kesimpulan.
  5. Sampaikan hasil diskusi di depan kelas pada pelajaran saat masuk kelak.
😎 Mengolah Data
    Ayo kelompokkan semua jawaban dan informasi yang kamu dapat. Hati-hati apakah jawaban yang kamu peroleh sudah sesuai dengan tujuan pertanyaanmu atau belum. Terakhir buatlah kesimpulannya dengan kalimat yang jelas.
😎 Menalar
     Ayo, kelompokkan semua jawaban dan informasi yang kamu dapat. Hati-hati apakah jawaban yang kamu peroleh sudah sesuai dengan tujuan pertanyaanmu atau belum. Terakhir buatlah kesimpulannya di bawah ini dengan kalimat yang jelas.

😎 Mengkomunikasikan
 Ayo, ceritakan menyelamatkan ikan yang pernah terjadi di lingkungan sekitarmu!
Sampaikan pendapatmu:
1. Apa yang menarik perhatianmu?
2. Apa yang kamu lihat?
3. Apa yang bisa kamu lakukan?4. Keteladanan apa yang perlu ditiru?
5. Apa pesan moral yang kamu dapat?

😎 Penutup

  ⏩⏩⏩⏩  TUGAS  ⏪⏪⏪⏪ silahkan mengerjakan tugas

Demikian materi pembelajaran hari ini ingat belajarlah di rumah dengan tekun, jangan keluar rumah jika tidak mendesak dan sangat penting, hindari kontak dengan orang asing, jaga kebersihan, dan jangan lupa cuci tangan dengan bersih sebelum makan, jaga kebersihan, sehingga selamat dari virus corona atau covid19.
Selamat beristirahat, jangan lupa belajar


Tugas Penilaian Harian Klik

🔼DISINI


JANGAN LUPA TULIS NAMA DI KOMENTAR UNTUK DAFTAR HADIR DALAM PELAJARAN INI DAN KLIK JUGA DAFTAR HADIR DI GOOGLE FORM

Daftar Hadir Siswa Klik
🔼DISINI


Chat

CHATT